Jewel in The Palace, korea
Suh Jang-geum adalah putri seorang mantan panglima kerajaan Suh Chun-soo dan dayang istana Park Myeong-yi. Ayah dan ibunya sendiri bertemu secara kebetulan, Myeong-yi tersingkir dari istana karena mengetahui konspirasi yang dilakukan oleh keluarga Choi.
Nyaris tewas diracuni, wanita itu ditolong oleh sahabat baiknya Han Ae-jong sampai akhirnya bertemu dan menikah dengan Chun-soo, yang juga memendam masa lalu pilu. Diramal bakal bertemu oleh tiga wanita yang bakal menentukan hidupnya, pria itu akhirnya mengorbankan jiwanya demi menyelamatkan putrinya dan sang istri.
Jang-geum malah harus hidup sebatang kara setelah Myeong-yi meninggal akibat panah anak buah mantan sahabat yang menjadi rivalnya dayang Choi Sang-gong. Namun nasib baik masih mengiringinya, ia diangkat anak oleh pasangan Kang Deok-goo dan Na Joo-daek. Selain itu, nasib juga membawanya bertemu dengan pria yang belakangan menjadi raja Jeong-jong.
Menempuh pendidikan di istana sebagai calon dayang, Jang-geum besar di istana serta memiliki dua sahabat : Choi Geum-young dan Lee Yeon-seng. Ia dirawat oleh Dayang Han, tanpa tahu bahwa wanita itu adalah sahabat baik ibunya. Setelah melewati berbagai rintangan, sang guru berhasil menduduki jabatan Dayang Utama.
Kebahagiaan Jang-geum semakin lengkap setelah identitas Dayang Han terbongkar, namun hal itu tidak berlangsung lama. Dayang Choi yang haus kekuasaan akhirnya berhasil menyingkirkan seterunya lewat insiden bebek sulfur yang membuat sakit Raja semakin parah.
Kejadian itu membuat Dayang Han dan Jang-geum, yang memiliki talenta diatas rata-rata dalam memasak, harus tersingkir dan dibuang ke pengasingan. Dalam perjalanan, sang guru yang begitu dihormati meninggal dunia. Keruan saja, hal ini membuat gadis itu putus asa dan berulang kali berusaha kabur untuk kembali ke istana.
Tapi, pertemuan dan perkenalan dengan tabib wanita bernama Jang-do kembali mengubah arah hidup Jang-geum. Dasar memiliki bakat luar biasa, ia mulai menerima nasib dan belajar ilmu obat-obatan dengan keras. Hasilnya, gadis itu berhasil kembali ke istana dengan status baru : tabib kerajaan.
Ketika kembali, ia mendapati semua sudah berubah : Dayang Choi dan Geum-young telah menduduki posisi puncak (dibantu oleh kaki tangan mereka Yong-ro), sementara Dayang Min dan Ah Jang yang dulu berpihak pada mendiang Dayang Han tersia-sia. Nasib Yeong-seng jauh lebih baik, ia diangkat menjadi selir Raja.
Kembalinya Jang-geum ke istana keruan saja membuat musuh-musuhnya kaget, terutama Dayang Choi yang telah tahu siapa gadis itu sebenarnya. Lewat kerja sama dengan Perdana Menteri dan kakaknya Choi Pan-sool, ia berusaha menyingkirkan Jang-geum dan salah satu pejabat yang karirnya cepat melesat dan bersimpati pada gadis itu Min Jeong-ho.
Berkat taktik Jeong-ho, yang ahli strategi, Jang-geum akhirnya berhasil menyingkap kebusukan keluarga Choi sekaligus membersihkan nama mendiang ibu dan gurunya. Keluarga Choi yang telah turun-temurun menguasai dapur kerajaan akhirnya terusir, dan dayang Choi tewas setelah sebelumnya sempat meminta ampun didepan makam Park Myeong-yi.
Intrik ternyata tidak hanya berhenti disitu, Raja yang telah mempercayai Jang-geum (dan belakangan jatuh cinta) mengangkatnya sebagai Tabib Agung. Hal itu sudah tentu mencuatkan protes, sebab dimasa itu tidak ada satu wanita pun yang pernah menduduki posisi puncak. Yang menyedihkan, orang-orang yang sebelumnya menjadi sekutu Jang-geum berbalik melawannya.
Meski sudah menjalankan tugas sebaik-baiknya, Jang-geum akhirnya tidak berhasil menyelamatkan nyawa Raja yang telah sakit parah. Di saat akhir, sang atasan mengirimnya keluar dari kerajaan ditemani Jeong-ho karena sadar setelah meninggal, tidak ada yang bisa menyelamatkan nasib Jang-geum.
Beberapa tahun telah berlalu, Jang-geum hidup tenang bersama Jeong-ho dan memiliki seorang putri yang sama cerdasnya sambil terus mengobati orang-orang. Hidup sama seperti ayah-ibunya yang jadi pelarian, mereka akhirnya tertangkap oleh para pengawal kerajaan. Namun berbeda dengan sebelumnya, rupanya kesalahan Jang-geum dan Jeong-ho telah dimaafkan.
Reuni antara keduanya dan Permaisuri, Yeon-seng yang telah bergelar selir Soo-waen dan para sahabat lama berlangsung mengharukan. Meski namanya telah dibersihkan dan dijanjikan untuk kembali menjabat sebagai Tabib Agung, Jang-geum akhirnya memilih untuk hidup tenang bersama Jeong-ho dan putrinya di desa sambil menjalankan panggilan hidup yang sebenarnya : mengobati mereka yang membutuhkan.
TOKOH DAN PEMERAN JEWEL IN THE PALACE :
Lee Young-Ae sebagai Suh Jang-geum
Tokoh utama dalam cerita, ia tidak segan-segan untuk melakukan sejumlah eksperimen dengan bantuan alam untuk mendapatkan hasil terbaik. Dididik dengan keras oleh Dayang Han, Jang-geum tumbuh menjadi gadis yang cerdas dan pintar, serta menjadi teladan kaum wanita dengan membuktikan bahwa lewat kerja keras, hal yang kelihatannya mustahil bisa dicapai. Sama seperti gurunya, Jang-geum memiliki karakter yang lurus dan percaya pada keadilan meski untuk itu ia kerap harus menderita terlebih dahulu.
Ji Jin-hee sebagai Min Jeong-ho
Disukai oleh Geum-young, ia adalah sosok pria yang merupakan idaman banyak wanita. Perkenalannya dengan Jang-geum diawali ketika gadis itu merawatnya saat terluka parah dalam pertempuran, sehingga akhirnya memutuskan untuk menjaga Jang-geum sepanjang sisa hidupnya. Bahkan demi cinta tersebut, ia rela melepas jabatan bahkan nyawanya sekalipun, dan tujuan utama dari setiap tindakannya adalah menjaga wanita yang lewat perjalanan waktu akhirnya dicintai dan mencintainya.
Hong Ri-na sebagai Choi Geum-young
Memiliki kepintaran diatas rekan-rekan sebaya, kehidupannya mulai berubah setelah Jang-geum, yang ternyata mampu bersaing, masuk ke istana. Sempat bersahabat dekat, Geum-young akhirnya memusuhi gadis itu karena dianggap merebut Jeong-ho yang dicintainya sejak kecil. Meski kerap mengikuti keinginan Dayang Choi, sebenarnya ia memiliki karakter yang peragu sehingga pada akhirnya sulit memilih antara berada pada sisi kebaikan atau kejahatan.
Gyeon Mi-ri sebagai Choi San-gong
COntoh wanita yang rela melakukan segala cara untuk meraih kekuasaan dan kekayaan, Dayang Choi di awal hidupnya memiliki karakter baik serta sempat bersahabat dengan Dayang Han dan Dayang Park. Namun, ambisi keluarganya yang telah turun-temurun mengajarkan akan hal-hal buruk yang membentuk karakternya. Berulangkali nyaris tersandung, kekuasaan yang diimpikan Dayang Choi runtuh, namun sebelum hidupnya berakhir ia sempat bertobat.
Park Eun-hye sebagai Lee Yeon-seng
Berbeda dengan sahabat baiknya Jang-geum yang kerap nekat, gadis satu ini memiliki karakter yang lembut dan polos. Hal itulah (ditambah latar belakang keluarga) yang kerap membuatnya jadi sasaran olok-olok musuh besar sekaligus teman sekamarnya Yong-ro. Namun pada akhirnya, kepolosan dan kebaikan hati tersebut yang mengubah jalan hidup sekaligus membawanya ke kehidupan yang lebih baik : menjadi selir Kaisar.
Yang Mi-gyeong sebagai Han Ae-jong
Berperan penting atas hadirnya Jang-geum di dunia, Dayang Han percaya bahwa dapur istana tidak boleh dicampuradukkan dengan kepentingan politik. Dalam ilmu memasak, ia hanya bisa disaingi oleh Dayang Choi meski keduanya memiliki teknik yang berbeda. Sosoknya yang tegas, tanpa kompromi dan lurus menjadi inspirasi bagi muridnya, namun disisi lain hal itu pulalah yang membuatnya berseberangan kubu dengan Dayang Choi, dan pada akhirnya membawanya pada kematian meski sempat merasakan jabatan puncak.
Dalam tarikh Kerajaan Korea atau Annals of the Joseon Dynasty tertulis nama Suh Jang Geum sebanyak sepuluh kali, Suh Jang Geum adalah nama asli Dae Jang Geum, sedangkan Dae adalah sebutan bagi pegawai ‘kelas-tiga’ dalam hirarki di kalangan pejabat istana yang artinya ‘great’. Sebutan Dae sebagai first name adalah penghargaan dari istana. Dalam tarikh ini Suh Jang Geum disebut-sebut sebagai ‘Tabib/dokter Eksekutif’ dimana Raja Jungjong merasa puas dengan pengetahuan medis yang dimiliki Jang Geum dan mempercayainya untuk menjaga kesehatan anggota keluarga kerajaan.
Berikut adalah beberapa fakta yang related dengan Jang Geum pada tarikh Korea:
- March-April 1515, ketika istri kedua Raja Jungjong meninggal akibat komplikasi dari kelahiran anaknya. Pegawai-pegawai di kalangan istana mengusulkan pada Raja Jungjong untuk menghukum semua tenaga medis wanita yang telah merawat istri Raja Jungjong (termasuk Jang Geum). Namun Raja Jungjong menolak usulan itu dan berkata : ‘Jang Geum telah banyak berjasa untuk perannya sebagai tenaga medis wanita yang membantu kelahiran di istana putri, akan tetapi saya tidak pernah memberinya penghargaan hingga sekarang, karena banyaknya urusan lain. Sekarang kalian (pegawai-pegawai istana) mengusulkan pada saya untuk menghukumnya karena kematian Ratu, maka saya tidak akan melakukannya sebagaimana saya tidak akan memberinya penghargaan. Cukup sampai disini.’ Horeee… bijak juga ya Raja Jungjong? Pembaca silakan standing applause buat Raja jungjong hehe.
- 1524 , tarikh mencatat bahwa Dae Jang Geum lebih baik dibanding tenaga medis lainnya di istana. Hasilnya, ia diizinkan memeriksa kesehatan sang Raja.
- 1533 , dalam tarikh tercatat komentar sang Raja tentang kesehatannya : “Saya telah sembuh dari penyakit yang telah berbulan-bulan. Dokter dan apoteker kerajaan berhak mendapatkan penghargaan. Jang Geum dan Kye-Geum, dua tenaga medis wanita, masing-masing juga akan dihadiahi beras sebanyak 15 karung, kacang sebanyak 15 sak, dan 10 buah pakaian.”
- 29 Januari 1544, Tarikh mengutip sebuah pesan dari Raja : “Saya tidak menjalankan tugas saya untuk jangka waktu yang cukup lama sejak saya terserang demam. Beberapa hari yang lalu, saya menghadiri seminar akademis (yang mendiskusikan filsafat), namun musim dingin membuat kondisi saya memburuk. Saya telah meminta pada Bak Se-geo dan Hong Chim, dokter istana, dan tenaga medis wanita Jang Geum untuk berdiskusi tentang resep obatnya. Tolong beritahukan pada menteri kesehatan.”
- 9 Februari 1544, Tarikh mencatat bahwa Raja Jungjong memuji Jang Geum atas kesembuhannya dari demam.
- 25 Oktober 1544, Tarikh mencatat percakapan antara Menteri Kerajaan dan Jang Geum tentang kesehatan sang Raja yang kian memburuk. Jang Geum tercatat mengatakan ini : “Dia (Raja Jungjong) tertidur sekitar tengah malam, dan juga tertidur untuk waktu yang singkat pada saat fajar. Dia baru saja buang air kecil, setelah sembelit lebih dari tiga hari.”
- 26 Oktober 1544, Tarikh mengutip perkataan sang Raja : “Saya masih sembelit. Resep obat apa yang harus dibuat masih didiskusikan. Dokter wanita (Dae Jang Geum) mengetahui semua kondisi saya,” selanjutnya, Jang Geum menjelaskan resep obat untuk Raja pada menteri.
- 29 Oktober 1544, Saat tarikh mencatat bahwa Raja telah sembuh dan Ia memberikan liburan pada seluruh petugas medis. Raja meninggal 17 hari sesudahnya, pada 15 Nopember 1544. Ini merupakan entry terakhir pada tarikh yang berkenaan dengan Jang Geum.
Jang Geum juga tercatat dalam Jurnal Petugas Medis Dinasti Joseon, hal ini menjelaskan tentang asal usul dan kesuksesan Jang Geum: “Petugas Medis Wanita Jang Geum, yang asal-usulnya tidak dapat ditelusuri, mendapatkan hak untuk disebut sebagai ‘Dae Jang Geum’ atas maklumat dari Raja Korea ke-11, Jungjong, pada masa 18 tahun pemerintahnnya. Pada saat itu, belum pernah ada Dokter wanita yang merawat Raja, akan tetapi Raja mempercayai metode Jang Geum mengatasi penyakit dengan makanan. Jang Geum, dengan haknya untuk menyandang gelar ‘Dae’ pada namanya, merupakan wanita hebat yang namanya akan dicatat dalam buku-buku sejarah.”
Hingga saat ini, sejarawan Korea masih memperdebatkan apakah Suh Jang Geum itu pernah benar-benar hidup di zaman Raja Jungjong ataukah hanya sebuah istilah umum yang biasa dipakai pada masa itu, yang asal-usulnya hilang dalam sejarah Korea. Yang pasti, hingga saat ini Korea tidak pernah memiliki Dokter kepresidenan berjenis kelamin wanita selain Jang Geum. Sosok Jang Geum dalam serial drama Jewel in the Palace dianggap tidak akurat karena memerankan seorang Juru Masak yang beralih profesi menjadi Tenaga Medis. Hal ini dikarenakan ketidakjelasan tentang detail kehidupan Suh Jang Geum. Saya juga tidak menemukan tentang Geum Yong dan yang lainnnya. For further info, silakan cek di wikipedia.
The porcelain-smooth face who portrayed Dae Jang Geum
Sang pemilik muka-porselen itu adalah Lee Young-ae. Saya menebak usianya sekitar 25 atau 27an, ternyata doi udah tuwir juga; usianya sekarang 34. Saya tidak tahu kalau sebelumnya Young-ae pernah main di Winter Sonata, yang melambungkan namanya barengan sama Bae Yong Jun. Yang doyan film Korea pasti lebih tahu
. Di Jepang julukan untuk Young-ae adalah Yon-sama (sama adalah penghormatan dengan tingkatan tertinggi dalam memanggil nama orang di Jepang). Jadi ingat anime Rurouni Kenshin, dimana Aoshi (musuhnya Kenshin) dipanggil Aoshi-sama oleh pengawal-pengawalnya, mungkin karena saking respectnya. Setelah main di Jewel in the Palace, Young-ae Lee main di Sympathy for Lady Vengeance. Sebelumnya pernah juga berperan sebagai perwira dalam JSA (Joint Security Area), di film ini Young-ae terlihat berbeda sekali dengan perannya sebagai Jang Geum di Jewel in the Palace. Kalo penasaran, silakan klik imdb dan cari sendiri.
Wanita kelahiran 31 Januari 1972 ini pernah kuliah di Han Yang University untuk belajar Bahasa Jerman. Gelar masternya diperoleh di Chung-Ang University. Karirnya dimulai waktu umurnya 14 tahun. Dan yang pasti, nasibnya di kehidupan nyata lebih baik ketimbang nasib Jang Geum. Sekarang Young-ae disebut-sebut sebagai the next Hallyu (Korean wave)

