Karenasemuasayangmega’s Weblog

April 24, 2008

Diarsipkan di bawah: mutiara pertama — by karenasemuasayangmega @ 7:35 am

Perempuan Itu Menapaki Pasir di Pinggir Laut

Dengan Sepasang Kaki Telanjang

MASIHKAH ada orang yang percaya bahwa di laut ada seekor duyung yang tiap subuh selalu muncul di pinggri laut? Di punggungya tergerai rambut panjang yang terlepas dari sampul sanggul. Ia sering terlihat menapaki pasir di pinggir laut dengan sepasang kaki telanjang, namun ombak pasang akan segera menghapus jejak kakinya di pasir. Seolah segala bukti dan kecantikan tentang duyung itu dilipatsembunyikan oleh alam.

Duyung itu bisa memakai ekornya pun kakinya. Dan sepasang kaki itu, menurut orang yang pernah melihatnya, adalah sepasang kaki terindah yang pernah dilihat oleh mata manusia.

Sepasang kaki? Akan digunakan apa olehnya?

Ini adalah cerita yang sangat panjang, Tapi, betapa sedih atau pahit sebuah cerita dalam kehidupan ini mustilah diceritakan. Pun cerita mengenai seekor putri duyung dengan sepasang kaki telanjang yang ditapakkan di pinggir pasir laut untuk mencari ayahnya.

Semenjak kecil ia tidak pernah melihat ayahnya. Ia mengenal ayahnya lewat cerita yang pernah dituturkan oleh ombak yang menerjang batu karang atau bisikkan angin yang menranggaskan daun jati.

Konon, ayahnya adalah seorang pelaut ulung yang tak gentar melawan badai dan terjangan ombak. Ia sering berlayar dengan perahu seorang diri. Hingga pada suatu kali perahu yang ditumpanginya menabrak karang dan hancur berkeping-keping saat badai mengaduk-aduk permukaan laut.

Lelaki itu akhirnya terdampar pada sebuah pulau kecil dan indah. Tidak ada yang pernah tahu dimana letak pulau itu. Kau tidak akan pernah menemukan pulau itu di dalam peta. Bahkan satelit terjanggih pun tidak akan pernah bisa menangkap seonggok pulau yang terdapat dalam cerita ini.

Menurut cerita, pulau itu bisa timbul dan tenggelam di permukaan. Pulau itu disebut oleh mereka, yang percaya, dengan sebutan Pulau Bidadari. Sesuai dengan namanya, pulau itu dihuni oleh para bidadari cantik — duyung. Pulau itu hanya muncul pada malam hari, yaitu tepatnya pada malam bulan purnama. Begitulah kiranya yang dikatakan penduduk setempat yang pernah melihat kemunculan pulau itu.

Orang yang dapat melihat pulau itu, menurut kepercayaan mereka, hidupnya akan selalu beruntung dan segala sesuatu yang dikerjakan akan selalu berhasil. Maka, tidak jarang orang menunggu kemunculan pulau itu. Dan, tak satupun berhasil.

Pernah seorang nelayan yang sedang menebar jaring melihat keindahan pulau itu. Kata mereka, pulau itu memiliki pohon-pohon yang berbuah, ada bebatuan-bebatuan yang bersinar seperti berlian ketika cahaya rembulan menerpanya, juga pasir yang seputih gula tempat para duyung menjemur diri di bawah cahaya rembulan.

Telanjang?

Tentu saja mereka tidak mengenakan be ha atau apa sejenisnyalah! Jelasnya, mereka tidak memakai sehelai benangpun di tubuhnya. Kalau tertangkap polisi, bisa-bisa kena denda karena melanggar UUP, begitu celoteh seseorang yang kini sedang duduk mendengarkan ceritaku bersama dengan yang lainnya. Tawa memekak sejenak, tetapi sesaat kemudian mereka kembali mendengarkan ceritaku.

Seseorang dari mereka memintaku untuk menceritakan bagian bentuk tubuh para duyung yang sedang bertelanjang. Aku menjelaskan kepada mereka bahwa duyungpun memiliki sepasang payudara dengan lingkar putting di tengahnya, mereka juga memiliki pusar. Rambut mereka kesemuanya panjang, dan sudah menjadi kebiasaan duyung yang selalu membiarkan rambut panjangnya tergerai jatuh tertiup angin di atas pundaknya yang langsat.

Mereka juga menstruasi setiap bulan. Kalau mereka sedang menstruasi, bau mereka sangat amis. Sudah menjadi kebiasaan para duyung, jika salah satu dari mereka sedang menstruasi, mereka harus menyendiri dan mensucikan diri di sebuah tempat pensucian.

Tidak ada duyung lelaki, begitu jawabku ketika salah satu dari pendengar ceritaku bertanya apakah ada duyung lelaki yang menggauli para duyung perempuan sehingga mereka bisa berkembang biak. Tidak, kutegaskan lagi, bahwa duyung tidak bersuami. Sebuah fenomena yang unik memang. Setiap duyung akan hamil dengan sendirinya. Siklus menstruasi itu berlangsung setiap dua sampai tiga bulan sekali. Sedangkan pada usia tertentu para duyung akan mengeluarkan cairan berwarna ungu, dan itu bukan darah. Itu adalah ketuban yang pecah, sebuah pertanda bahwa duyung tersebut sudah dewasa. Sembilan bulan kemudian, bisa dipastikan bahwa duyung itu akan melahirkan seorang anak.

Duyungpun bisa mandul. Biasanya para duyung akan mengasingkan duyung yang mandul. Duyung yang mandul akan membawa kesialan. Dalam seumur hidup, duyung dapat melahirkan tiga sampai empat anak.

Lalu, dimana letak rahim duyung itu? Tanya seseorang pendengar ceritaku yang sedari tadi lebih tertarik bertanya mengenai seksualitas dari pada inti ceritaku. Tapi, sebagai pencerita yang baik aku harus menjawab semua pertanyaan yang muncul di benak para pendengar. Aku mengatakan kepadanya bahwa rahim duyung sama halnya dengan rahim manusia.

Bisakah kau ceritakan kepada kami kembali mengenai seorang perempuan yang bertelanjang kaki menapaki pasir di pinggir laut untuk mencari ayahnya?

Tentu saja! Aku menjawabnya dengan penuh semangat. Semuanya berawal dari seorang pelaut yang gagah berani dan tubuhnya yang terdampar di Pulau Bidadari. Seekor duyung menemukan sesosok tubuh tengah terkulai di pasir. Duyung itu kemudian membawanya ke rumah. Dengan wajah menahan gemetar, duyung itu menunggu lelaki di depannya sadar.

Ia gemetar karena ia tahu bahwa resiko yang diambilnya terlalu besar. Ada sebuah peraturan yang musti dijalani oleh para duyung. Mereka dilarang memiliki perasaan cinta kepada manusia (lebiih-lebih lelaki). Mencintai lelaki adalah perbuatan haram dan dosa. Membiarkan perasaannya mencintai lelaki sama saja dengan menzinakan diri. Dan, hal ini adalah perilaku yang rendah di kalangan kehidupan para duyung.

Tapi, perempuan itu, duyung itu, mempunyai perasaan keduyungan, seperti halnya manusia yang punya rasa kemanusiaan. Rasa keduyungannya itulah yang mengantarkan dirinya untuk berbuat hal demikian

Kedua mata perempuan itu hendak terkatup ketika dirinya terkejut lelaki di depannya mulai sadar. Lelaki itu bertanya dimanakah kini dirinya berada. Dengan tersenyum ia menjelaskan dimana lelaki itu kini berada. Senyum itulah yang membuat lelaki itu merasa pengembaraannya sudah selesai di sini.

Beberapa bulan lelaki itu tinggal di rumah duyung tanpa harus pergi ke luar. Ia hanya menyelesaikan sampan. Sebenarnya lelaki itu hendak meminang duyung itu menjadi istri, tetapi adat di Pulau Bidadari adalah mereka tidak diperbolehkan menikah dengan manusia. Lelaki itupun pernah berkata untuk mengambil seluruh resiko, tetapi perempuan itu tetap pada pendiriannya.

Pada suatu malam, duyung itu menjelma menjadi seorang perempuan yang ayu. Tubuhnya yang indah terbungkus kain yang terbuat dari serat terhalus. Ia membawakan beberapa buah-buahan yang dipetiknya di pulau itu untuk lelaki yang pernah diselamatkan.

Ketika menatap mata perempuan itu, ada semacam kobaran api yang menjelma menjadi hasrat yang kuat. Wajah perempuan itu menunduk, sambil sesekali mencuri tatap ke wajah lelaki di depannya. Dengan menahan wajah gemetar, perempuan itu memutuskan untuk segera pergi dari ruangan. Namun, tiba-tiba pergelangan tangannya merasakan sentuhan telapak tangan lelaki. Ada gemetar yang tak bisa diucapkan atau dijelaskan.

“Ikutlah pergi bersamaku, sampanku hampir selesai.” Kata lelaki.

“Tidak, aku harus tetap di sini.” Perempuan itu menjawab dengan muka yang disembunyikan dari tatapan mata lelaki.

Lelaki itu mengangkat dagu perempuan itu dengan lembut dan pelan. Di mata perempuan itu juga menyala sebuah kobaran api yang tersulut dari tatapan mata lelaki di depannya. Di hatinya sempat terlintas nyala ragu, tetapi ia juga tidak bisa menyembunyikan apa yang diisyaratkan hatinya kepada lelaki itu. Ia menyerahkan seluruh tubuh dan jiwanya saat bibir lelaki itu mengecup lembut keningnya. Dan, tubuh mereka bersatu dalam bayang-bayang lukisan cahaya lilin yang berkerebat tertiup semilir angin.

***

Sepandai-pandai tupai melompat, akan jatuh juga. Begitu juga sepandai-pandainya perempuan itu menyembunyikan lelaki yang diselamatkan, pastilah akan ada yang mendapatinya.

Kabar melesat secepat mata angin lepas dari busur cakrawala. Seluruh penghuni Pulau Bidadari menjadi gempar.

“Kau harus pergi sekarang!” kata perempuan kepada lelaki.

“Aku akan membawamu.”

“Dengarkanlah, dunia kita berbeda. Kita tercipta sebagai siang dan malam, kita adalah utara dan selatan. Kita jauh berbeda, adat kita berbeda. Pergilah, jika kau memang mencintai diriku. Aku terlahir di sini dan akan tetap di sini. Apapun yang akan terjadi. Cepatlah sudah tidak ada waktu lagi!”

“Apa peduli adat dengan kehidupan, apa gunanya adat yang jika selalu ada yang dirugikan?”

Lelaki yang gagah berani itu sebenarnya tidak mau meninggalkan kekasihnya seorang diri menghadapi maut yang mengintai di balik pepohonan bakau. Perempuan itu memohon, peluhnya mengalir di pipi seperti mata air yang mengalir di sungai kering. Melihat cahaya kepercayaan di mata kekasihnya, lelaki itu menuruti apa yang diharapkan perempuan yang kini telah menjadi detak untuk jantungnya dan pelabuhan untuk sampan retaknya.

Sebelum lelaki itu pergi, perempuan itu memberikan buntalan kain saputangan kepada lelaki yang di dalamnya terdapat puluhan butir mutiara, sehelai benang, dan sebuah jarum. Perempuan itu berharap bahwa kelak jika lelaki itu sudah tiba di daratan, lelaki itu mau menyulam mutiara itu dengan jarum dan menyatukan mutiara itu dalam sehelai benang. Apabila pada suatu hari ada seorang perempuan yang berambut panjang sedang berjalan di pasir pinggir laut dengan sepasang kaki telanjang, perempuan itu berpesan agar lelaki itu mau mengalungkan rangkaian mutiara di lehernya.

“Nyanyikanlah setiap subuh lagu ini,” kata perempuan dengan wajah yang terurai air mata “Duhai anakku kemarilah. Datanglah kepada ayah. Kehidupan laut yang kejam semoga cepat berlabuh di daratan. Datanglah kepada ayah, dekatkan wajahmu, biar kukalungkan rangkaian mutiara dari ibumu sebagai cindera mata. Segala dosa dan hina, biarlah ayah-ibu yang bawa. Biarlah masa lalu itu berlalu anakku, tetaplah melangkah pada jalan di depanmu, hingga malaikat yang memangku rembulan bosan menggiling roda waktu.”

Akhirnya lelaki itupun pergi bersama sampan yang di seret gelombang. Ingin rasanya perempuan itu berlari menarik kembali gelombang dan membawa kembali jantungnya yang kini pergi bersama lelaki yang telah hilang di telan gelombang.

Perempuan itu berusaha menguasai diri. Namun, semakin ia mencoba untuk menerima kenyataan, hatinya semakin rapuh dan hancur berkeping-keping seperti sampan yang diamuk badai. Kenapa pertemuan itu selalu dibatasi oleh perpisahan?

Dihadapan Raja Laut-Yang-Diagungkan, perempuan itu menyerahkan diri sebagai perempuan dosa dan hina. Tali sebesar dua ibu jari telah mengikatpaksa pergelangan tangannya yang langsat. Pun seutas rantai telah berkalung dilehernya yang kini penuh dengan luka, sehingga tak satupun mata yang bisa membedakan antara bekas luka dan bekas sepasang bibir lelaki yang kini entah berada di mana.

Perempuan itu di seret dengan tangan terikat dan leher terjerat menuju Batu Peradilan. Raja laut-Yang-Diagungkan menatap duyung yang kini bersimpuh di hadapannya itu dengan tenang. Kemudian, raja itu menyuruh pengawal melakukan hukuman yang sudah menjadi adat perlautan secara turun-temurun. Perempuan itu harus diasingkan di Lembah Laut dan di rajam. Tempat itu adalah seburuk-buruknya tempat yang berada di muka bumi ini. Makhluk-makhluk buas bisa menjelma apa saja di sana. Kata semua orang, tak pernah ada yang pernah bisa kembali dengan selamat dari tempat yang terkutuk itu.

Ceritakanlah sekarang, kami mohon.

Semua pendengar mengarahkan tatapan harapan kepadaku, setelah kukatakan kepada mereka aku tak mau melanjutkan cerita ini. Untuk sejenak tidak ada yang berkata. Suasana hening. Seolah daun-daun pepohonanpun terdiam menunggu keputusan yang akan keluar dari sepasang bibirku.

Ceritakanlah lagi, kami mohon. Kami menunggu nasib perempuan itu dari cerita yang kau tuturkan.

Setelah tiga bulan berlalu, perempuan itu kembali. Seluruh pendengar ceritaku bersorai gembira. Lalu?

Lalu semua penghuni laut sangat terkejut. Semua benak seolah dijejali dengan puluhan pertanyaan dan sebuah tanda tanya besar tentang bagaimana perempuan itu bisa lolos dari maut.

Menurut cerita, perempuan yang tengah mengandung jabang bayi dalam perutnya itu kehilangan sebelah tangannya ketika melawan salah satu makhluk buas di Lembah Laut. Dan perempuan itu bersimpuh di hadapan raja laut. Perempuan itu pasrah terhadap takdir yang sudah tergaris dalam hidupnya.

Mendengar hal itu raja laut tidak menjatuhkan hukuman kepada perempuan itu. Raja Laut-Yang-Diagungkan itu menyuruhnya kembali ke rumahnya menunggu bayi dalam kandungannya lahir, barulah hukuman selanjutnya akan dilaksanakan. Setelah mengucapkankan terima kasih duyung itu meninggalkan tempatnya berdiri yang menjadi tatapan pulahan mata.

Kabar kembali menjelma menjadi arah mata angin yang melesat dari busur cakrawala mengabarkan bahwa seorang bayi perempuan telah lahir. Dari sorot matanya, kecantikan bayi itu tak akan pernah ada yang sanggup menandinginya. Bahkan seluruh kecantikan yang dimiliki penjuru samudra tak akan pernah mampu mengimbanginya.

Perempuan itu kembali ke raja laut untuk menepati janjinya. Perempuan itu bersimpuh di hadapan raja laut dengan bayi yang terbungkus kain dan tengah tertidur di dekapan dadanya. Raja Laut sangat takjub melihat pemandangan di wajah bayi itu. Raja Laut itu menyuruh bayi duyung untuk dibawa pulang dan menyuruh datang kembali setelah bayi itu berhenti menyusu.

Waktu menyusu sudah berlalu, duyung kembali dan menepati janjinya untuk menerima hukuman. Dengan penuh kasih sayang dan kelembutan, duyung melepas bayinya yang tengah tidur ke dekapan perempuan lain yang dipercayainya. Dan, hukuman mesti dijalankan.

Pengawal menanam tubuh duyung itu hingga tampak leher dan kepalanya. Hukuman bagi perempuan yang melakukan dosa dan zina adalah dilempar batu kepalanya oleh seluruh penghuni laut. Perempuan itu menerima dengan penuh keikhlasan. Setiap batu yang mengukir luka dan darah di kepalanya tidak dirasakan sebagai hukuman yang pedih dan menyakitkan, tetapi adalah sebentuk pengorbanan untuk cinta dan agar jika saatnya ia kembali kepada Rabbnya dalam keadaan suci.

Jauh di celah ruang hati perempuan itu telah terbentuk semakna cinta. Baginya, cinta tidak hanya sebentuk rasa bahagia, namun juga goresan luka penuh dengan lara. Hingga bebatuan itu berserak di antara sebuah kepala yang kini terkulai luka dan darah. Sebuah isyarat telah disampaikan bahwa hukuman telah selesai. Semua orang pergi dengan langkah yang seolah tak pernah ada yang terjadi..

Tak pernah ada yang tahu kelanjutan kisah ini, hingga kita yang duduk di sini sering melihat seorang perempuan berjalan di pinggir laut dengan rambutnya yang lepas dari sampul sanggul dan ia berjalan dengan sepasang kaki telanjang yang ombak pasang selalu menghapus jejak kaki itu, seolah alampun berduka dengan sebait kisah kehidupan dan menyembunyikannya di balik waktu yang berlalu. Dan jika ada yang bertanya tentang ayah perempuan itu, akan kukatakan sebagai penutup cerita, tak pernah ada yang tahu.

Diarsipkan di bawah: mutiara pertama — by karenasemuasayangmega @ 4:35 am

Mengapa disaat kumencoba mencintainya
Mengapa disaat kubuka hatiku untuknya
dia datang mencoba mengulang masa itu
aku tak berharap kau datang lagi
karna aku sudah mencoba tuk benar2 melupakanmu

kini aku benar2 dalam dilemma
aku bingung…….dan aku tak mengerti
aku ingin lari dari semua ini
tapi harus kemana aku pergi…..
namun tlah kuyakinkan diriku….
Bahwa kau tlah jadi masa laluku
Yang tak pernah mungkin kuulang kembali dalam hiduku

Kan kucoba buat tak peduli dengan dirimu
Kan kujauhi dirimu dg sejauh mungkin
Kini kan kutatap masa masa didepanku
Walau sejujurnya kumasih sayang kamu
Biarlah kulabuhkan cintaku pada yg lain
Aku tak peduli jika suatu saat nanti
Aku kan terluka oleh pilihan yg tlah kupilih

Diarsipkan di bawah: mutiara pertama — by karenasemuasayangmega @ 4:34 am

Mata itu indah
Teduh damai bertahta
Tiada takut akan luka
Hingga airamata itu tak tumpah

Ku tahu kau tahan berjuta rasa
Rasa yang coba kau bagi padaku
Namun tiada daya tuk kau kata
Dan membuat ku diam terpaku

Kau telah ukir berjuta kisah
Lama menanti akan hari indah
Kala sang fajar menerpa
Wajahmu yang kan merona merah

Ada kala saat kau tak kuasa
Menyimpan begitu banyak luka
Namun ku juga sangat tahu
Bahwa kau kan tetap maju

Aku pun tahu hatimu menyimpan sejuta beban
Dan aku pun tahu kau kan tahan
Karena hati mu tulus mengemban
Amanat diri yang kau genggam

Ku hanya ingin kau sadari
Bahwa aku ada disini
Tuk pahami sedih ini
Dan agar kau pun tau aku perduli

Untukmu , ku percaya, hari ini akan berganti
Masa itu akan kembali
Masa saat ia masih perduli
Akan segala beban hati

Untuk mu jua ku kan tetap ada
Untuk mu jua ku kan diam disana
Disudut ruang..


Diarsipkan di bawah: mutiara pertama — by karenasemuasayangmega @ 4:31 am

cara membedakan nafsu dan cinta

kebanyakan orang sulit membedakan mana yang benar2 cinta n mana yang hanya nafsu belaka. kadang, salah membedakan kedua hal diatas dapat menyakiti perasaan salah satu korbannya. baik itu cowok maupun cewek. baik yang udah pacaran ataupun yang lg jomblo. makanya simak baik2 tips dibawah ini biar kmu2 bisa waspada, ok boys n gals……

Cinta… tiada cinta yang didasari rasa sayang dan ingin memiliki, melindungi, dan saling merindu tapi dibalik itu semua pasti ada setetes nafsu yang membasahi, yang siap menutupi rasa cinta yang suci. jadi jauhi pikiran jorok dan mulailah belajar tobat lebih dulu sebelum membaca tips yang tidak dianjurkan untuk dicoba ini…..

1. lihat prilaku doi setelah berhubungan sex dengan kmu. klo dia tiba2 pengen pulang berarti dia hanya mencari kepuasan aja. (gak nyambung ye?….;p)
2. klo kmu lagi butuh dia ditempat rame dia gak dateng, tapi klo disuruh dateng ketempat sepi dia bilang “demi kmu sayang aku pasti datang” tinggalin aja deh (nafsuan tu orang…)
3. ha….ha…. gila gua. ok kita lanjutin ke nomor 4
4. sekali2 tolak ajakan doi untuk bermesraan. klo dia marah berarti nafsu yg bicara, tp klo gak….. (tuhan andaikan banyak orang kaya si doi)
5. uji dia dengan bilang kmu kena penyakit menular, liat apa dia masih disisimu… (ini untuk menguji dia cinta fisik ato hatimu)

tunggu gua mau periksa ke dokter, sapa tau gua sakit beneran….. kayanya iya.

6. cara ini yang paling ampuh guys, loe tanya ke doi “loe cinta gak si ma gua? kok dari tadi kebawah aja liatnya?” ha…. ha….

semoga tips ini bisa berguna untuk mencegah kmu2 yang sedang berpacaran sama si omes (bukan omas) alias si otak mesum. dari pada kmu sakit hati lebih baik sakit jantung….

(tips ini hanya berlaku bagi loe2 yang gak suka hubungan ……. )

hari gini gitu loh……….hehehe peace!

Diarsipkan di bawah: mutiara pertama — by karenasemuasayangmega @ 4:30 am

Tulang Rusuk

Ketika AKU menciptakan langit dan bumi, AKU
berfirman dan jadilah.
Ketika AKU menciptakan pria, AKU membentuknya dan
meniupkan nafas kehidupan ke lubang hidungnya.

Tetapi engkau, wanita, AKU menghiasmu setelah AKU
meniupkan nafas kehidupan ke pria karena lubang
hidungmu terlalu lembut.

AKU membiarkan pria tertidur nyenyak sehingga
AKU dapat dengan sabar dan sempurna membentuk
engkau.
Pria AKU buat tertidur supaya dia tidak dapat
mencampuri.

Dari satu tulang AKU menghiasmu.
AKU memilih tulang yang melindungi kehidupan pria.
AKU memilih tulang rusuk, yang melindungi jantung
dan paru-paru dan mendukungnya, sebagaimana yang
harus kamu lakukan.
Dari satu tulang ini AKU membentukmu dengan sempurna
dan cantik.

Sifatmu adalah seperti tulang rusuk, kuat tetapi
lembut dan mudah patah.
Engkau meyediakan perlindungan untuk organ paling
lembut dalam pria, hati dan jantungnya.
Jantungnya adalah pusat dari kehidupannya,
paru-parunya menggenggam nafas kehidupan.

Tulang rusuk akan membiarkan dirinya patah sebelum
ia mengijinkan kerusakan terjadi pada jantung.

Dukunglah pria sebagaimana tulang rusuk melindungi
tubuhnya.
Engkau tidak diambil dari kakinya untuk menjadi
alasnya
tidak juga diambil dari kepalanya untuk menjadi
atasannya.
Engkau diambil dari sisinya, untuk berdiri
disebelahnya dan dipeluk dengan erat.

Engkau adalah malaikatKU yang sempurna.
Engkau adalah gadis kecilKU yang cantik.
Engkau telah tumbuh menjadi wanita yang sempurna,
dan mataKU terpuaskan ketika AKU melihat hatimu.

Matamu-jangan mengubahnya.
Bibirmu sangat cantik ketika mengucapkan doa.
Hidungmu sangat sempurna dalam bentuk.
Tanganmu sangat lembut untuk disentuh.
AKU telah memberi perhatian pada wajahmu saat engkau
tertidur.
AKU menggenggam hatimu dekat denganKU.
Dari semua yang hidup dan bernafas, engkau adalah
yang paling mirip dengan AKU.

Adam berjalan bersamaKU di hari yang dingin dan dia
kesepian.
Dia tidak dapat melihat ataupun menyentuhKU.
Dia hanya dapat merasakanKU.
Jadi semua yang AKU ingin Adam berbagi denganKU,
AKU membentuknya di dalam kamu.
KekuatanKU, kemurnianKU, cintaKU, perlindunganKU,
dan dukunganKU.
Engkau adalah istimewa karena engkau adalah
perpanjangan tanganKU.

Pria melambangkan citraKU, wanita-perasaanKU.
Bersama-sama kalian melambangkan TUHAN yang sejati.

Jadi Pria, perlakukan wanita dengan baik.
Cintailah dia, hormatilah dia, karena ia lembut.
Menyakitinya, berarti engkau menyakitiKU.
Apa yang engkau lakukan kepadanya, engkau
melakukannya kepadaKU.
Jika engkau menghancurkannya, engkau hanya
menghancurkan hatimu sendiri.

Wanita dukunglah pria.
Dalam kesederhanaan, tunjukkan kepadanya kekuatan
perasaan yang telah KU berikan kepadamu.
Dalam kesunyian tunjukkan kekuatanmu.
Dalam cinta tunjukkan kepadanya bahwa engkau
adalah tulang rusuknya yang melindungi tubuhnya.

Diarsipkan di bawah: mutiara pertama — by karenasemuasayangmega @ 4:28 am

Cinta itu seperti kupu-kupu. Tambah dikejar, tambah lari. Tapi kalau dibiarkan terbang, dia akan datang disaat kamu tidak mengharapkannya. Cinta dapat membuatmu bahagia tapi sering juga bikin sedih, tapi cinta baru berharga kalau diberikan kepada seseorang yang menghargainya. Jadi jangan terburu-buru dan pilih yang terbaik.

Cinta bukan bagaimana menjadi pasangan yang “sempurna” bagi seseorang. Tapi bagaimana menemukan seseorang yang dapat membantumu menjadi dirimu sendiri.

Jangan pernah bilang “I love you” kalau kamu tidak perduli. Jangan pernah membicarakan perasaan yang tidak pernah ada. Jangan pernah menyentuh hidup seseorang kalau hal itu akan menghancurkan hatinya. Jangan pernah menatap matanya kalau semua yang kamu lakukan hanya berbohong.

Hal paling kejam yang seseorang lakukan kepada orang lain adalah membiarkannya jatuh cinta, sementara kamu tidak berniat untuk menangkapnya…

Cinta bukan “Ini salah kamu”, tapi “Ma’afkan aku”. Bukan “Kamu dimana sih?”, tapi “Aku disini”. Bukan “Gimana sih kamu?”, tapi “Aku ngerti kok”. Bukan “Coba kamu gak kayak gini”, tapi “Aku cinta kamu seperti kamu apa adanya”.

Kompatibilitas yang paling benar bukan diukur berdasarkan berapa lama kalian sudah bersama maupun berapa sering kalian bersama, tapi apakah selama kalian bersama, kalian selalu saling mengisi satu sama lain dan saling membuat hidup yang berkualitas.

Kesedihan dan kerinduan hanya terasa selama yang kamu inginkan dan menyayat sedalam yang kamu ijinkan. Yang berat bukan bagaimana caranya menanggulangi kesedihan dan kerinduan itu, tapi bagaimana belajar darinya.

Caranya jatuh cinta: jatuh tapi jangan terhuyung-huyung, konsisten tapi jangan memaksa, berbagi dan jangan bersikap tidak adil, mengerti dan cobalah untuk tidak banyak menuntut, sedih tapi jangan pernah simpan kesedihan itu.

Memang sakit melihat orang yang kamu cintai sedang berbahagia dengan orang lain tapi lebih sakit lagi kalau orang yang kamu cintai itu tidak berbahagia bersama kamu.

Cinta akan menyakitkan ketika kamu berpisah dengan seseorang lebih menyakitkan apabila kamu dilupakan oleh kekasihMu, tapi cinta akan lebih menyakitkan lagi apabila seseorang yang kamu sayangi tidak tahu apa yang sesungguhnya kamu rasakan.

Yang paling menyedihkan dalam hidup adalah menemukan seseorang dan jatuh cinta, hanya untuk menemukan bahwa dia bukan untuk kamu dan kamu sudah menghabiskan banyak waktu untuk orang yang tidak pernah menghargainya. Kalau dia tidak “worth it” sekarang, dia tidak akan pernah “worth it” setahun lagi ataupun 10 tahun lagi. Biarkan dia pergi…

Diarsipkan di bawah: mutiara pertama — by karenasemuasayangmega @ 4:16 am

Puteri duyung

Odysseus saat diganggu oleh para siren, digambarkan di sini berbentuk puteri duyung. Ulysses and the Sirens, 1909, karya Herbert James Draper (1863-1920).

Odysseus saat diganggu oleh para siren, digambarkan di sini berbentuk puteri duyung. Ulysses and the Sirens, 1909, karya Herbert James Draper (1863-1920).

Menurut legenda, puteri duyung adalah makhluk air yang memiliki kepala dan tubuh layaknya seorang perempuan dan ekor menyerupai ikan. Ikan duyung hidup di dasar laut dan dikatakan merupakan seorang puteri yang telah disumpah sebahagian anggotanya daripada paras pinggang hingga ke kaki menjadi ikan.

Puteri duyung merupakan makhluk legendaris yang ceritanya sudah beredar berabad-abad yang lalu. Mereka termasuk salah satu makhluk legendaris separuh manusia separuh hewan. Cerita mengenai ikan duyung wujud dalam hampir semua masyarakat di dunia. Dalam mitologi Yunani, ikan duyung dikatakan selalu menggoda para pelaut yang lalai. Sesiapa yang tergoda akan menemui ajalnya. Masyarakat Babilonia pula menyembah puteri duyung sebagai dewa laut yang dikenal sebagai Ea atau Oannes. Oannes digambarkan sebagai duyung jantan.

//<![CDATA[
if (window.showTocToggle) { var tocShowText = "tampilkan"; var tocHideText = "sembunyikan"; showTocToggle(); }
//]]>

Kisah mengenai ikan duyung

Lukisan

Lukisan “a mermaid” (ikan duyung) karya J.W. Waterhouse

Cerita tentang ikan duyung atau puteri duyung pertama kali ditemukan di Assyria. Cerita itu berkisah tentang Dewi Atargatis, Ibu dari ratu Assyria, Semiramis. Dewi Atargatis jatuh hati pada seorang gembala, yang kemudian terbunuh olehnya. Karena malu, ia menceburkan diri ke danau untuk mengubah diri menjadi ikan. Namun, air tidak bisa mengubah dirinya sepenuhnya karena ia masih memiliki kekuatan sebagai seorang Dewi. Akhirnya, hanya separuh tubuhnya yang menjadi ikan.

Legenda Yunani yang terkenal menceritakan bahwa puteri duyung adalah Thessalonike, adik Alexander Agung yang berubah menjadi duyung setelah meninggal. Dia hidup setelah mati sebagai puteri duyung di laut Aegea, dan selalu menanyakan nasib kakaknya.

Dia hanya menanyakan satu hal bila ada pelaut melintas. Dia selalu bertanya:

- Ζει ο βασιλιάς Αλέξανδρος ? (Zi o basiliás Aléxandros?)
(Apakah Alexander Agung masih hidup?).

Jika dia bertanya demikian, jawaban yang tepat adalah:

- Ζει και βασιλεύει (Zi kē basileúi)
(Dia masih hidup dan masih memerintah).

Bila tidak menjawab seperti demikian, maka ia berangsur-angsur berubah menjadi Gorgon dan mencelakai pelaut yang sedang melintas.

Kisah mengenai puteri duyung kini sudah universal, mendunia, dan bukan milik suatu daerah atau negara saja. Banyak orang dari berbagai negara menciptakan karakter puteri duyung masa kini atau masa lalu sesuai dengan imajinasinya.

Puteri duyung dalam berbagai negara

Beberapa makhluk legendaris yang karakternya mirip puteri duyung juga ditemukan di beberapa negara, seperti: Mami Wata dari Afrika barat dan tengah; Russalki (Rusalka) dari Rusia dan Ukraina; Merrow dari Irlandia dan Skotlandia; Oceanid, Nereid, dan Naiad dari Yunani, ketiganya adalah Nymph air. Dalam dongeng dan cerita rakyat Eropa, ada makhluk yang wujudnya menyerupai puteri duyung disebut Melusine, berwujud wanita dari kepala sampai pinggang, sedangkan berwujud ikan dari pinggang ke bawah, dengan dua ekor yang bercabang atau kadang-kadang seperti ular. Di Jepang, jika manusia memakan daging puteri duyung, maka akan memeperoleh keabadian. Dalam beberapa cerita rakyat di Eropa, puteri duyung dapat mengabulkan permohonan.

Puteri duyung dalam dunia hiburan

Puteri duyung merupakan makhluk dalam kisah-kisah zaman dulu yang kini sangat terkenal karena dimunculkan kembali melalui imajinasi-imajinasi baru dan beberapa cerita meminjam karakter puteri duyung sebagai makhluk asing yang menawan.

Dalam Novel

Putri duyung juga dikenal sebagai karakter dalam dongeng The Little Mermaid (1836) karya Hans Christian Andersen yang telah diterjemahkan ke berbagai bahasa.

Puteri duyung muncul dalam novel Peter Pan dan Harry Potter sebagai makhluk yang bukan berasal dari alam manusia.

Aquamarine, novel karya Alice Hoffman, menceritakan tentang sepasang gadis yang menemukan puteri di kolam renang. Kisah ini difilmkan oleh Twentieth Century Fox pada tahun 2006, dibintangi oleh Sara Paxton, Emma Roberts dan JoJo.

Dalam film

Madison, si putri duyung dalam film Splash

Madison, si putri duyung dalam film Splash

Splash (1984), dibintangi Daryl Hannah dan Tom Hanks. Hannah berperan sebagai Madison, si puteri duyung yang jatuh cinta kepada manusia. Ia dapat memiliki kaki dan berjalan di darat, namun kapanpun air menyentuh tubuhnya, ia berubah menjadi puteri duyung.

The Little Mermaid (1989) oleh Walt Disney studio, mengadaptasi cerita Hans Christian Anderson tentang puteri duyung yang menginginkan sepasang kaki. Film ini dibuat sekuelnya dengan judul ‘’’The Little Mermaid 2: Return to the sea’’’.

She Creature (2001), berkisah tentang penculikan terhadap puteri duyung, yang mana pada akhirnya makhluk tersebut berubah menjadi monster ganas di sebuah kapal dan membunuh para lelaki.

Aquamarine (2006), berkisah tentang dua gadis yang menemukan puteri duyung yang bernama Aquamarine. Akhirnya mereka bersahabat dan puteri duyung tersebut menemukan cintanya.

Dalam serial televisi

Pada musim kelima serial Charmed, dalam episode The Witch’s Tail, Phoebe bertemu puteri duyung yang ingin menyatakan perasaan cinta pada kekasihnya atau ia akan kehilangan keabadiannya. Karena terkena mantra dalam usahanya demi menolong si puteri duyung, Phoebe ikut berubah menjadi puteri duyung.

Pada serial TV Fantasy Island, ada seorang puteri duyung bernama Naya, dibintangi oleh Michelle Phillips.

Marina (2004) adalah serial TV sukses dari Filipina, dibintangi oleh Claudine Barretto. Marina adalah serial fantasi pertama dari ABS-CBN dan menjadi sangat terkenal. Ditayangkan perdana pada bulan Februari dan berakhir di bulan November.

Serial TV Australia, H2O: Just Added Water (2006), mengisahkan tentang tiga orang gadis yang memasuki sebuah gua, kemudian berubah menjadi duyung, kapanpun air menyentuh kulitnya.

Puteri duyung dalam kesenian

Salah satu lukisan puteri duyung yang sangat terkenal adalah lukisan ‘’A Mermaid’’ karya John William Waterhouse, dilukis dari tahun 1895. Lukisan tersebut sempat hilang dan ditemukan kembali pada tahun 1970-an.

Puteri duyung juga biasa untuk dijadikan sebagai sebuah lambang. Puteri duyung yang membawa perisai dan pedang menjadi lambang Warsawa, ibukota Polandia. Patungnya terdapat di sana pula.

if (window.runOnloadHook) runOnloadHook();

Didukung oleh WordPress.com